Eh eh, kalian pada tau ga bahwa di Jerman tempe itu jadi barang/makanan istimewa?? Kalo agan sama aganwati ga tau, mari kita liat percakapan di bawah ini....!!
Amin : "Bud, kamu tau ga? Di Jerman tuh ya, tempe jadi barang istimewa lho..!"
Budi : "Hah?? Tempe jadi barang istimewa, oh no no. Kan, di kita mah tempe tuh, makanan/barang yang, gimana gitu.. kan orang suka bilang "Makan tempe lagi tempe lagi..bosen."
Amin : "Ga percaya, kita tanyakan aja ke ahlinya OK..."

Di kota Berlin, Jerman, yang sangat multikultur, mencari makanan Asia bukan perkara sulit. Misalnya saja di kawasan Wedding, yang merupakan salah satu kantung daerah imigran yang didominasi berbagai bangsa di Asia.

Toko-toko Turki dan Asia lainnya menjual berbagai bahan makanan sehari-hari yang serupa dengan yang biasa para imigran kenal di kampung halamannya. Ini obat kangen untuk mereka.

Toko Vinh Loi di Seestrasse, adalah toko yang tiap hari ramai kedatangan pembeli. Mereka kebanyakan orang Asia yang mencari cabai keriting, bayam, sampai kacang panjang. Selain itu banyak juga orang Jerman yang gemar berburu makanan Asia.

Tempe pun dijual di toko milik orang Vietnam ini. Namun jangan bayangkan harga tempe semurah di Indonesia. Satu tempe ukuran batu bata 400gr dibandrol 1,79 Euro atau setara Rp 28.319. Harga tempe di Jerman juga nyaris sama dengan sekilo paha ayam yang dibandrol 1,99 Euro.

Wuih, tentu saja beda jauh dengan harga tempe di Indonesia. Namun kalau sudah kangen, tetap dibeli juga.

“Habis mau bagaimana lagi, kangen mau masak kering tempe,” kata Fitriani (27) mahasiswi Indonesia di Berlin.

Impor adalah salah satu faktor kenapa bahan makanan Asia harganya lebih mahal.

Namun ternyata, tempe di Jerman tidak diimpor dari Indonesia. Jerman sudah membuat sendiri tempe mereka dengan nama yang sama: Tempe.

Tempe dibuat oleh perusahan lokal Jerman yaitu Natural Vegetarian Food b.v. Rupanya, hari ini bukan batik khas Indonesia saja yang sudah diproduksi oleh perusahaan tekstil lokal di Cina.

Amin : "Tuh Bud, bener kan? tempe itu barang/makanan istimewa.. kamu ga percayaan sih."
Budi : "Oh iya-iya wawasan saya bertambah nih... "

Sekian yang bisa saya posting... Terimakasih :D



Assalamu alaikum semuanya. Pada hari Minggu tanggal 1 Mei, PSPS melawan Bontang Fc.
PSPS Pekanbaru akhir pekan ini pesta gol saat menjamu tim juru kunci Bontang FC dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Sport Center, Kuantan Singingi, Minggu, 1 Mei 2011.

Tidak tanggung-tanggung, Tim Asykar Bertuah menang dengan skor 6-2. Dengan kemenangan ini, untuk sementara PSPS naik ke posisi 10 klasemen sementara dengan mengoleksi 27 poin dari 21 laga.

Tidak butuh waktu lama tuan rumah menjebol gawang tamunya itu. PSPS sudah unggul sejak laga baru berjalan menit ke-7.

Gol pertama PSPS dicetak oleh Dzumafo Herman lewat sontekan kaki kanannya. Gol itu berkat umpan matang dari Banaken Bassoken.

Unggul satu gol tidak membuat PSPS mengendorkan serangan. Lewat Dzumafo, pasukan Abdul Rahman Gurning tanpa ampum terus mengempur pertahanan Bontang.

Tekanan yang dilakukan oleh PSPS akhirnya kembali membuahkan hasil. Pada menit ke-22, kali ini giliran Banaken mencetak gol lewat tandukan kepalanya setelah menerima umpan dari Patrice Nzekou dari sepak pojok.

Delapan menit sebelum turun minum, PSPS kembali memperbesar keunggulan menjadi 3-0 setelah Dzumafo kembali mencetak gol pada menit ke-37. Gol ini berkat umpan matang Putut Waringin Jati. Bola yang mengalir datar langsung disambar pemain asal Kamerun tersebut. Hingga babak pertama usai, tidak ada gol lagi yang tercipta.

Memasuki babak kedua, saat laga baru berjalan menit ke-46, gawang Bontang kembali jebol. Kali ini giliran M Isnaini membawa PSPS unggul 4-0 lewat tandukan kepalanya.

Bontang baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-49 lewat Fadil Sausu menjadi 4-1. Dengan tenang, ia sukses memperdayai kiper Fance Haryanto lewat kaki kirinya.

Namun, menit ke-69 PSPS kembali berpesta gol setelah Patrice Nzekou mencetak gol pada menit ke-69 lewat titik putih. Nzekou yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya.

Pada pertengahan paruh kedua, Victori Yendra yang masuk menggantikan M Isnaini langsung menjawab kepercayaan pelatih. Ia pada menit ke-73 mencetak gol setelah mendapatkan umpan dari Dzumafo.

Empat menit sebelum laga usai, pemain asal Jepang Satoshi Otomo berhasil memperkecil skor menjadi 6-2 lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Hingga laga usai skor 6-2 untuk kemenangan PSPS tidak berubah.

Susunan pemain

PSPS Pekanbaru: Fance Haryanto, Agus Cima, Armand Joel Banaken Bassoken, Dedy Gusmawan, Danil Junaidi, Patrice Nzekou, Shin Hyun Joon, Fajar Handika, Putut Waringin Jati, Dzumafo Herman, M. Isnaini (Victori Yendra 69').

Bontang FC: Ade Mochtar, Hamdi Hamzah, Mancelino Mandagi, Aidin Elmi, Abdul Rahman, Arbadin, Usman (Dani Marfelous Damangge 34'), Satoshi Otomo, Ali Khaddafi, Fadil Sausu, Kenji Adachihara.

Sumber : Vivanews.com